Tedak dalam Masyarakat Dayak Kayan Mendalam sebagai Sumber Penciptaan Dak Apo Lagaan

Budaya warisan leluhur merupakan perjuangan yang sangat luar biasa dizaman sekarang, pengeksploitasian tedak secara brutal demi kepentingan pribadi, politik, eksistensi tidak dapat dibendung dan membuat tedak yang memiliki arti besar di dalam masyarakatnya kian terus mengalami pengikisan di dalam ke...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: PRALINDO, Alexander Ongki Anas
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: Jur. Etnomusikologi FSP ISI Yk. 2019
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=41875
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
Description
Summary:Budaya warisan leluhur merupakan perjuangan yang sangat luar biasa dizaman sekarang, pengeksploitasian tedak secara brutal demi kepentingan pribadi, politik, eksistensi tidak dapat dibendung dan membuat tedak yang memiliki arti besar di dalam masyarakatnya kian terus mengalami pengikisan di dalam kebermaknaannya. Hingga saat ini literatur-literatur yang khusus membahas mengenai tedak Kayan Mendalam sangatlah minim. Dak Apo Lagaan merupakan judul karya komposisi musik etnis yang bersumber dari tedak atau tato masyarakat Dayak Kayan Mendalam dalam penggarapannya. Tujuan penggarapan komposisi ini adalah untuk mengekspresikan makna dan simbol pada ornamen tedak Kayan tersebut.Kata Dak Apo Lagan sendiri berasal dari bahasa Dayak Kayan yaitu, dak dan Apo Lagan. Dak adalah kata yang digunakan masyarakat Dayak Kayan Mendalam untuk menyebut kata musik, dan Apo Lagaan memiliki arti sebagai jalan jiwa ke surga. Metode yang digunakan dalam proses Tugas Akhir ini adalah metode penciptaan Alma M. Hawkins. Dengan tahapan eksplorasi, improvisasi, hingga pembentukan pada akhirnya secara utuh komposisi Dak Apo Lagaan ini dapat dilihat dan didengarkan menjadi musik yang terdiri dari empat bagian, meliputi bagian intoduksi, bagian awal, bagian tengah, dan akhir. Komposisi ini dimainkan dengan beberapa idiom dan medium yang meliputi instrumen etnis Dayak, instrumen etnis China, instrumen etnis Melayu, dan instrumen barat.