PERANCANGAN ULANG INTERIOR PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT PANONGAN KABUPATEN TANGERANG PROVINSI BANTEN
Pusat Kesehatan Masyarakat Panongan (Puskesmas) merupakan salah satu unit pelaksana pelayanan kesehatan tingkat pertama di wilayah Kabupaten Tangerang yang memiliki wilayah kerja sebanyak 7 Desa dan 1 Kelurahan dengan luas ±34,93 KM2. Sebagai Puskesmas Pembina, maka upaya pelayanan kesehatan di Pusk...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Tugas Akhir |
Language: | Indonesian |
Published: |
Prodi S-1 Desain Interior Jurusan Desain FSR ISI Yogyakarta
2019
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=42045 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | Pusat Kesehatan Masyarakat Panongan (Puskesmas) merupakan salah satu unit pelaksana pelayanan kesehatan tingkat pertama di wilayah Kabupaten Tangerang yang memiliki wilayah kerja sebanyak 7 Desa dan 1 Kelurahan dengan luas ±34,93 KM2. Sebagai Puskesmas Pembina, maka upaya pelayanan kesehatan di Puskesmas Panongan diharapkan dapat berjalan secara optimal dengan memaksimalkan luas area yang tersedia. Puskesmas ini mengusung teori Universal Design yang dapat mengakomodasi hubungan antara manusia, aktivitas dan lingkungan dikolaborasikan dengan penerapan Tropical Design melalui tanaman Hidroponik sebagai Role Model bangunan ramah lingkungan agar masyarakat dapat teredukasi dalam meningkatkan pola hidup sehat sehingga iii upaya promotif dan preventif dapat dicapai. Perancangan ulang interior Puskesmas Panongan tergolong kedalam beberapa area yaitu area pelayanan kesehatan utama, area PONED (Pelayanan Obstetri Neonatus Essensial Dasar), 2 area kantor, dan area publik lainnya. Karya desain ini menggunakan metode perancangan proses desain yang terdiri dari analisa dan sintesa dengan mengumpulkan keseluruhan data-data lalu mengolahnya menjadi alternatif desain sehingga dapat memberikan hasil solusi optimal. Tema yang diangkat ialah “Puskesmas Reborn” dengan penerapan gaya Kontemporer dan Tropical diharapkan dapat mengoptimalkan pelayananan kesehatan yang mampu mengikuti perkembangan zaman melalui infrastruktur. |
---|