Motif kain Sasaringan Di 'Sasaringan Kayuh Baimbai", Banjarmasin Kalimantan Selatan

Kain Sasirangan sebagai kain yang mencirikan kebudayaan Banjar di Kalimantan Selatan, menjadi menarik untuk untuk dikaji lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kain Sasirangan meliputi alat, bahan, teknik, proses pembuatan kain dan memahami bentuk serta makna motif kain Sasir...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: SAPUTRI, Yuliana Eka
Format: Partitur/Praktek Musik
Language:Indonesian
Published: Jur. Kriya FSRD ISI 2019
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=42055
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
id isilib-42055
record_format oai_dc
spelling isilib-420552020-05-18T12:52:32Z Motif kain Sasaringan Di 'Sasaringan Kayuh Baimbai", Banjarmasin Kalimantan Selatan SAPUTRI, Yuliana Eka Kain Sasirangan Sasirangan Kayuh Baimbai Motif proses Jur. Kriya FSRD ISI 2019 id Partitur/Praktek Musik http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=42055 KBT/Sap/m/2019 Kain Sasirangan sebagai kain yang mencirikan kebudayaan Banjar di Kalimantan Selatan, menjadi menarik untuk untuk dikaji lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kain Sasirangan meliputi alat, bahan, teknik, proses pembuatan kain dan memahami bentuk serta makna motif kain Sasirangan produksi “Sasirangan Kayuh Baimbai” di Banjarmasin, Kampung Melayu, Kalimantan Selatan.Penelitian ini berfokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan penjelasan motif dan proses pembuatan kain Sasirangan. Kedua rumusan masalah ini akan dianalisis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan estetika dan semiotika. Pengumpulan data akan dilakukan dengan studi pustaka yang berkaitan dengan objek kajian dan studi lapangan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi ke “Sasirangan Kayuh Baimbai” secara langsung. Kemudian dilakukan analisa data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil yang didapat adalah teknik dan proses pembuatan kain Sasirangan sama dengan teknik ikat celup dari daerah Indonesia lainnya, namun di pengrajin menyebut teknik ini dengan istilah sirang. Sirang ini mempertahankan warna putih kain, sehingga memunculkan garis-garis yang membentuk motif. Pembahasan meliputi serangkaian alat, bahan, teknik, proses dan jenis-jenis motif. Kain Sasirangan di “Sasirangan Kayuh Baimbai” motifnya mengambil dari lingkungan dan budaya Kalimantan Selatan, setiap jenis motifnya memiliki beragam makna mengandung pesan bagi masyarakat Banjar yang menggunakan kain Sasirangan.Kata Kunci: Kain Sasirangan, Proses, motif, Sasirangan Kayuh Baimbai Yogyakarta xvi+101hal., ilus., lamp.; 21cm NONE http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png
institution Institut Seni Indonesia Yogyakarta
collection Perpustakaan Yogyakarta
language Indonesian
topic Kain Sasirangan
Sasirangan Kayuh Baimbai
Motif
proses
NONE
spellingShingle Kain Sasirangan
Sasirangan Kayuh Baimbai
Motif
proses
NONE
SAPUTRI, Yuliana Eka
Motif kain Sasaringan Di 'Sasaringan Kayuh Baimbai", Banjarmasin Kalimantan Selatan
description Kain Sasirangan sebagai kain yang mencirikan kebudayaan Banjar di Kalimantan Selatan, menjadi menarik untuk untuk dikaji lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kain Sasirangan meliputi alat, bahan, teknik, proses pembuatan kain dan memahami bentuk serta makna motif kain Sasirangan produksi “Sasirangan Kayuh Baimbai” di Banjarmasin, Kampung Melayu, Kalimantan Selatan.Penelitian ini berfokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan penjelasan motif dan proses pembuatan kain Sasirangan. Kedua rumusan masalah ini akan dianalisis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan estetika dan semiotika. Pengumpulan data akan dilakukan dengan studi pustaka yang berkaitan dengan objek kajian dan studi lapangan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi ke “Sasirangan Kayuh Baimbai” secara langsung. Kemudian dilakukan analisa data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil yang didapat adalah teknik dan proses pembuatan kain Sasirangan sama dengan teknik ikat celup dari daerah Indonesia lainnya, namun di pengrajin menyebut teknik ini dengan istilah sirang. Sirang ini mempertahankan warna putih kain, sehingga memunculkan garis-garis yang membentuk motif. Pembahasan meliputi serangkaian alat, bahan, teknik, proses dan jenis-jenis motif. Kain Sasirangan di “Sasirangan Kayuh Baimbai” motifnya mengambil dari lingkungan dan budaya Kalimantan Selatan, setiap jenis motifnya memiliki beragam makna mengandung pesan bagi masyarakat Banjar yang menggunakan kain Sasirangan.Kata Kunci: Kain Sasirangan, Proses, motif, Sasirangan Kayuh Baimbai
format Partitur/Praktek Musik
author SAPUTRI, Yuliana Eka
author_facet SAPUTRI, Yuliana Eka
author_sort SAPUTRI, Yuliana Eka
title Motif kain Sasaringan Di 'Sasaringan Kayuh Baimbai", Banjarmasin Kalimantan Selatan
title_short Motif kain Sasaringan Di 'Sasaringan Kayuh Baimbai", Banjarmasin Kalimantan Selatan
title_full Motif kain Sasaringan Di 'Sasaringan Kayuh Baimbai", Banjarmasin Kalimantan Selatan
title_fullStr Motif kain Sasaringan Di 'Sasaringan Kayuh Baimbai", Banjarmasin Kalimantan Selatan
title_full_unstemmed Motif kain Sasaringan Di 'Sasaringan Kayuh Baimbai", Banjarmasin Kalimantan Selatan
title_sort motif kain sasaringan di 'sasaringan kayuh baimbai", banjarmasin kalimantan selatan
publisher Jur. Kriya FSRD ISI
publishDate 2019
url http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=42055
_version_ 1741201581605388288