KUMBANG “KOKSI” DALAM KARYA KERAMIK SENI
Kumbang koksi hewan dengan ukurannya yang kecil dan bentuk yang lucu, penulis tertarik pada hewan ini keunikan pada bentuk punggungnya, yang memiliki warna yang cerah merah menandakan warna yang memiliki makna berani dan kebahagiaan, dengan tambahan warna bintik-bintk hitam sungguh menarik perhatian...
Bewaard in:
Hoofdauteur: | |
---|---|
Formaat: | Tugas Akhir |
Taal: | Indonesian |
Gepubliceerd in: |
Prodi S-1 Kriya Seni Jurusan Kriya FSR ISI Yogyakarta
2020
|
Onderwerpen: | |
Online toegang: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=42140 |
Tags: |
Voeg label toe
Geen labels, Wees de eerste die dit record labelt!
|
id |
isilib-42140 |
---|---|
record_format |
oai_dc |
spelling |
isilib-421402020-06-04T14:15:26Z KUMBANG “KOKSI” DALAM KARYA KERAMIK SENI BUDIARTI, Robbiyanti Kumbang Koksi, Kehidupan, Mentransfer, Visual, Ker Prodi S-1 Kriya Seni Jurusan Kriya FSR ISI Yogyakarta 2020 id Tugas Akhir http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=42140 KKR/Bud/k/2020 Kumbang koksi hewan dengan ukurannya yang kecil dan bentuk yang lucu, penulis tertarik pada hewan ini keunikan pada bentuk punggungnya, yang memiliki warna yang cerah merah menandakan warna yang memiliki makna berani dan kebahagiaan, dengan tambahan warna bintik-bintk hitam sungguh menarik perhatian yang melihatnya. Kumbang koksi memiliki dua jenis warna yang dapat dibedakan yaitu warna oren menandakan bahwa kumbang masih muda dan warna yang merah sudah dewasa. Tetapi ada kumbang koksi yang sebagai hama tanaman yaitu berwarna oren agak kusam. Sayap kumbang koksi sangat keras dan tidak hanya berfungsi sebagai terbang saja namun digunakan sebagai perlindungan dari musuh. Hewan ini menginspirasi penulis bahwa perempuan jangan hanya cantik diluar saja, namun harus tetaplah kuat didalamnya jangan mudah menyerah dalam menjalani kehidupan. Sebuah konsep yang berbentuk narasi akan diwujudkan dalam karya keramik dua dimensional dan tiga dimensional. Tantangan tersendiri bagi penulis untuk penciptakan karya keramik yang tidak hanya memiliki nilai estetika namun juga mampu menstranfer rasa emosi penulis kedalam karya.Metode pendekatan yang digunakan penulis dalam proses penciptaan karya ini adalah menggunakan metode estetika Djelantik dimana pembuatan karya akan memperhitungkan kebersatuan bentuk dan warna. Karya lebih hidup penulis menggunakan metode semiotika dari Pierce bertugas untuk menyampaikan rasa diri penulis, mulai dari icon yang berupa kumbang koksi itu sendiri, index yang digambarkan dalam elemen bentuk pendukung kumbang koksi serta symbol yang akan disempaikan sebagai pesan mengenai ekspresi diri penulis, dan untuk memperdalam bentuk kumbang koksi menggunakan metode entomologi dari Dantje adalah ilmu yang mempelajari serangga ada beberapa ilmu dalam entomologi yaitu morfologi, anatomi, perilaku, dan ekologi. Bahan pembuatannya karya keramik ini adalah menggunakan media tanah liat sukabumi, dengan bantuan media bahan lain seperti kayu, kaca dapat menambah karya lebih indah. Teknik yang digunakan ada beberapa teknik yaitu teknik throwing, slab, handbuilding. Adapun teknik dekorasi pada body menggunakan teknik dekorasi krawang, temple dan gores.Delapan karya yang diciptakan penulis dapat dihasilkan mampu mengahasilkan gambaran perasaan rasa emosi penulis ke dalam karya seperti karya yang berjudul Alur Kehidupan yang menceritakan tentang kehidupan penulis. Penulis berhasil mengkombinasikan tanah dengan media lainnya, seperti karya berjudul Give Me A Reason adalah karya yang dikombinasikan dengan lukis kaca. Dalam penyajian karya penuh pertimbangan agar perasaan penulis yang terkandung dalam karya dapat tersampaikan dengan baik. Adanya karya kumbang koksi dalam karya keramik seni dengan memviusalkan rasa pada diri penulis diharapkan dapat menyampaikan pesan yang baik untuk penulis dan maupun para penikmat seni. Yogyakarta xv + 105 hal.; ilus.: 30 cm KKR/Bud/k/2020 http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png |
institution |
Institut Seni Indonesia Yogyakarta |
collection |
Perpustakaan Yogyakarta |
language |
Indonesian |
topic |
Kumbang Koksi, Kehidupan, Mentransfer, Visual, Ker KKR/Bud/k/2020 |
spellingShingle |
Kumbang Koksi, Kehidupan, Mentransfer, Visual, Ker KKR/Bud/k/2020 BUDIARTI, Robbiyanti KUMBANG “KOKSI” DALAM KARYA KERAMIK SENI |
description |
Kumbang koksi hewan dengan ukurannya yang kecil dan bentuk yang lucu, penulis tertarik pada hewan ini keunikan pada bentuk punggungnya, yang memiliki warna yang cerah merah menandakan warna yang memiliki makna berani dan kebahagiaan, dengan tambahan warna bintik-bintk hitam sungguh menarik perhatian yang melihatnya. Kumbang koksi memiliki dua jenis warna yang dapat dibedakan yaitu warna oren menandakan bahwa kumbang masih muda dan warna yang merah sudah dewasa. Tetapi ada kumbang koksi yang sebagai hama tanaman yaitu berwarna oren agak kusam. Sayap kumbang koksi sangat keras dan tidak hanya berfungsi sebagai terbang saja namun digunakan sebagai perlindungan dari musuh. Hewan ini menginspirasi penulis bahwa perempuan jangan hanya cantik diluar saja, namun harus tetaplah kuat didalamnya jangan mudah menyerah dalam menjalani kehidupan. Sebuah konsep yang berbentuk narasi akan diwujudkan dalam karya keramik dua dimensional dan tiga dimensional. Tantangan tersendiri bagi penulis untuk penciptakan karya keramik yang tidak hanya memiliki nilai estetika namun juga mampu menstranfer rasa emosi penulis kedalam karya.Metode pendekatan yang digunakan penulis dalam proses penciptaan karya ini adalah menggunakan metode estetika Djelantik dimana pembuatan karya akan memperhitungkan kebersatuan bentuk dan warna. Karya lebih hidup penulis menggunakan metode semiotika dari Pierce bertugas untuk menyampaikan rasa diri penulis, mulai dari icon yang berupa kumbang koksi itu sendiri, index yang digambarkan dalam elemen bentuk pendukung kumbang koksi serta symbol yang akan disempaikan sebagai pesan mengenai ekspresi diri penulis, dan untuk memperdalam bentuk kumbang koksi menggunakan metode entomologi dari Dantje adalah ilmu yang mempelajari serangga ada beberapa ilmu dalam entomologi yaitu morfologi, anatomi, perilaku, dan ekologi. Bahan pembuatannya karya keramik ini adalah menggunakan media tanah liat sukabumi, dengan bantuan media bahan lain seperti kayu, kaca dapat menambah karya lebih indah. Teknik yang digunakan ada beberapa teknik yaitu teknik throwing, slab, handbuilding. Adapun teknik dekorasi pada body menggunakan teknik dekorasi krawang, temple dan gores.Delapan karya yang diciptakan penulis dapat dihasilkan mampu mengahasilkan gambaran perasaan rasa emosi penulis ke dalam karya seperti karya yang berjudul Alur Kehidupan yang menceritakan tentang kehidupan penulis. Penulis berhasil mengkombinasikan tanah dengan media lainnya, seperti karya berjudul Give Me A Reason adalah karya yang dikombinasikan dengan lukis kaca. Dalam penyajian karya penuh pertimbangan agar perasaan penulis yang terkandung dalam karya dapat tersampaikan dengan baik. Adanya karya kumbang koksi dalam karya keramik seni dengan memviusalkan rasa pada diri penulis diharapkan dapat menyampaikan pesan yang baik untuk penulis dan maupun para penikmat seni. |
format |
Tugas Akhir |
author |
BUDIARTI, Robbiyanti |
author_facet |
BUDIARTI, Robbiyanti |
author_sort |
BUDIARTI, Robbiyanti |
title |
KUMBANG “KOKSI” DALAM KARYA KERAMIK SENI |
title_short |
KUMBANG “KOKSI” DALAM KARYA KERAMIK SENI |
title_full |
KUMBANG “KOKSI” DALAM KARYA KERAMIK SENI |
title_fullStr |
KUMBANG “KOKSI” DALAM KARYA KERAMIK SENI |
title_full_unstemmed |
KUMBANG “KOKSI” DALAM KARYA KERAMIK SENI |
title_sort |
kumbang “koksi” dalam karya keramik seni |
publisher |
Prodi S-1 Kriya Seni Jurusan Kriya FSR ISI Yogyakarta |
publishDate |
2020 |
url |
http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=42140 |
_version_ |
1741201596989046784 |