Teori dan Metodologi Ilmu Pengetahuan Sosial Budaya Kontemporer
Buku ini menjelaskan sejumlah teori (pemikiran) dan metodologi yang dapat dijadikan sebagai dasar ontologis, epistemologis dan aksiologis bagi kajian sosial-budaya kontemporer. Pembahasan dimulai dari pemikiran Nietszche yang pemikirannya disebut sebagai inspirator bagi pemikir postmodernis. Selanju...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Buku Teks |
Language: | Indonesian |
Published: |
Rajawali Pers
2014
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=42240 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | Buku ini menjelaskan sejumlah teori (pemikiran) dan metodologi yang dapat dijadikan sebagai dasar ontologis, epistemologis dan aksiologis bagi kajian sosial-budaya kontemporer. Pembahasan dimulai dari pemikiran Nietszche yang pemikirannya disebut sebagai inspirator bagi pemikir postmodernis. Selanjutnya dibahas tentang strukturalisme dari Marx, Freud, Levi Strauss dan Ferdinand de Saussure. Strukturalisme Saussure mendapat porsi pembahasan yang cukup rinci karena konsep dan teorinya diperlukan untuk memahami apa yang dikritik secara radikal oleh poststrukturalis (khususnya Derrida) pada strukturalisme Saussure. Poststrukturalisme kemudian dipaparkan sebagai reaksi atas pemikiran strukturalis yang mendekonstruksi: sistem/struktur, makna dan oposisi biner, keterlepasan makna dari konteks pada strukturalisme Saussure. Pemikiran poststrukturalis dan postmodernis seperti Francois Lyotard, Jacques Derrida, Michel Foucault dan Richard Rorty, yang disebut sebagai nabi postmodern, menjadi pembahasan penting pada bagian berikutnya. Julukan nabi postmodern pada keempat pemikir ini menunjukkan betapa pentingnya pemikiran mereka untuk memahami berbagai konsep dan teori postmodern itu. |
---|