Perbedaan Persepsi Terhadap Buruh Gendong Perempuan Lansia Dalam Penciptaan Karya Seni Lukis

Kesenjangan persepsi yang ditemukan pada kaum buruh gendong perempuan lansia menjadi kegelisahan saya dalam upaya mengingatkan kembali bagaimana mempersepsikan sesuatu. Seharusnya kaum buruh gendong perempuan ini mendapatkan predikat yang baik dimata masyarakat, karena jasa mereka sangat diperlukan...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: TAJRI M, Fulkha
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: PPS ISI Yogyakarta 2019
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=42644
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
id isilib-42644
record_format oai_dc
spelling isilib-426442020-09-15T11:25:35Z Perbedaan Persepsi Terhadap Buruh Gendong Perempuan Lansia Dalam Penciptaan Karya Seni Lukis TAJRI M, Fulkha buruh gendong SENI LUKIS PPS ISI Yogyakarta 2019 id Tugas Akhir http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=42644 TES/SL/Taj//2019 Kesenjangan persepsi yang ditemukan pada kaum buruh gendong perempuan lansia menjadi kegelisahan saya dalam upaya mengingatkan kembali bagaimana mempersepsikan sesuatu. Seharusnya kaum buruh gendong perempuan ini mendapatkan predikat yang baik dimata masyarakat, karena jasa mereka sangat diperlukan dalam percaturan pasar Beringharjo, namun yang terjadi malah sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menghadirkan persepsi baru tentang kaum buruh gendong perempuan lansia ini sebagai ide penciptaan. Metode yang digunakan penelitian ini adalah Practice Based Research , dimana dalam proses ini dibagi dua yakni: 1) Praktik, dan 2) Study Literatur. Pemilihan metode ini sangatlah sesuai dengan hal yang saya visualkan karena di dalamnya terdapat in and trough atau pengalaman mengalami. Kemudian metode ini dilengkapi dengan proses kekaryaan Hawkins yaitu Eksplorasi, Improvisasi, dan Pembentukan.Adapun karya yang dihasilkan berupa sepuluh karya lukisan, idiom bentuk yang dipilih adalah penambahan objek baru pada diri subjek dan pembelahan objek, sehingga membentuk gaya yang surealistik. Karya tersebut yaitu: 1) Pikiranku Masih Vertikal, 2) Pilihanku !!!, 3) Bahagiakah ?, 4) Aku Hanya Contoh Kecil, 5) This Body is Only a Casing, 6) I’m a Hero, 7) Aku tak Butuh Pijakan Mewah, 8) Lekat Sudah dipribadiku, 9) Aku Tetap Kaya, 10) Si Gesit. Semua karya tersebut merepresentasikan tentang tema-tema yang bersumber dari ide penciptaan “Perbedaan Persepsi terhadap Buruh Gendong Perempuan Lansia”. Dari berbagai karya diungkapkan idiom-idiom visual yang secara metaforik, menyimbolkan permasalahan-permasalahan dari ide penciptaan tersebut.Lukisan ini menghadirkan kebaharuan dalam persepsi lama tentang eksistensi kaum buruh gendong perempuan lansia. Terkadang hal yang sederhana ini sering kali mengubah pola pikir manusia menjadi serba instan. Yogyakarta x + 100 hlm. : ilus; lamp.; jurnal cetak; 29 cm TES/SL/Taj//2019 http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png
institution Institut Seni Indonesia Yogyakarta
collection Perpustakaan Yogyakarta
language Indonesian
topic buruh gendong
SENI LUKIS
TES/SL/Taj//2019
spellingShingle buruh gendong
SENI LUKIS
TES/SL/Taj//2019
TAJRI M, Fulkha
Perbedaan Persepsi Terhadap Buruh Gendong Perempuan Lansia Dalam Penciptaan Karya Seni Lukis
description Kesenjangan persepsi yang ditemukan pada kaum buruh gendong perempuan lansia menjadi kegelisahan saya dalam upaya mengingatkan kembali bagaimana mempersepsikan sesuatu. Seharusnya kaum buruh gendong perempuan ini mendapatkan predikat yang baik dimata masyarakat, karena jasa mereka sangat diperlukan dalam percaturan pasar Beringharjo, namun yang terjadi malah sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menghadirkan persepsi baru tentang kaum buruh gendong perempuan lansia ini sebagai ide penciptaan. Metode yang digunakan penelitian ini adalah Practice Based Research , dimana dalam proses ini dibagi dua yakni: 1) Praktik, dan 2) Study Literatur. Pemilihan metode ini sangatlah sesuai dengan hal yang saya visualkan karena di dalamnya terdapat in and trough atau pengalaman mengalami. Kemudian metode ini dilengkapi dengan proses kekaryaan Hawkins yaitu Eksplorasi, Improvisasi, dan Pembentukan.Adapun karya yang dihasilkan berupa sepuluh karya lukisan, idiom bentuk yang dipilih adalah penambahan objek baru pada diri subjek dan pembelahan objek, sehingga membentuk gaya yang surealistik. Karya tersebut yaitu: 1) Pikiranku Masih Vertikal, 2) Pilihanku !!!, 3) Bahagiakah ?, 4) Aku Hanya Contoh Kecil, 5) This Body is Only a Casing, 6) I’m a Hero, 7) Aku tak Butuh Pijakan Mewah, 8) Lekat Sudah dipribadiku, 9) Aku Tetap Kaya, 10) Si Gesit. Semua karya tersebut merepresentasikan tentang tema-tema yang bersumber dari ide penciptaan “Perbedaan Persepsi terhadap Buruh Gendong Perempuan Lansia”. Dari berbagai karya diungkapkan idiom-idiom visual yang secara metaforik, menyimbolkan permasalahan-permasalahan dari ide penciptaan tersebut.Lukisan ini menghadirkan kebaharuan dalam persepsi lama tentang eksistensi kaum buruh gendong perempuan lansia. Terkadang hal yang sederhana ini sering kali mengubah pola pikir manusia menjadi serba instan.
format Tugas Akhir
author TAJRI M, Fulkha
author_facet TAJRI M, Fulkha
author_sort TAJRI M, Fulkha
title Perbedaan Persepsi Terhadap Buruh Gendong Perempuan Lansia Dalam Penciptaan Karya Seni Lukis
title_short Perbedaan Persepsi Terhadap Buruh Gendong Perempuan Lansia Dalam Penciptaan Karya Seni Lukis
title_full Perbedaan Persepsi Terhadap Buruh Gendong Perempuan Lansia Dalam Penciptaan Karya Seni Lukis
title_fullStr Perbedaan Persepsi Terhadap Buruh Gendong Perempuan Lansia Dalam Penciptaan Karya Seni Lukis
title_full_unstemmed Perbedaan Persepsi Terhadap Buruh Gendong Perempuan Lansia Dalam Penciptaan Karya Seni Lukis
title_sort perbedaan persepsi terhadap buruh gendong perempuan lansia dalam penciptaan karya seni lukis
publisher PPS ISI Yogyakarta
publishDate 2019
url http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=42644
_version_ 1741201692923265024