Penyutradaraan Film Drama "Dua Puluh Empat jam Lebih" Dengan Angle Kamwera Subjektif Untuk Menempatkan Penonton Sebagai Tokoh Utama
Karya tugas akhir penyutradaraan film fiksi drama “Dua Puluh Empat Jam Lebih” merupakan sebuah karya yang dikemas dengan angle kamera subjektif. Menceritakan tentang sudut pandang seorang laki-laki yang sangat mencintai kekasihnya, namun tidak direstui dari pihak orang tua perempuan. Dirinya tidak d...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Partitur/Praktek Musik |
Language: | Indonesian |
Published: |
Jur TV FSMR ISI Yogyakarta
2019
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=42811 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
id |
isilib-42811 |
---|---|
record_format |
oai_dc |
spelling |
isilib-428112020-11-09T14:54:39Z Penyutradaraan Film Drama "Dua Puluh Empat jam Lebih" Dengan Angle Kamwera Subjektif Untuk Menempatkan Penonton Sebagai Tokoh Utama PRADITASARI, Hananda Angle kamera subyektif Fiksi Film Jur TV FSMR ISI Yogyakarta 2019 id Partitur/Praktek Musik http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=42811 TV/Pra/p/2019 Karya tugas akhir penyutradaraan film fiksi drama “Dua Puluh Empat Jam Lebih” merupakan sebuah karya yang dikemas dengan angle kamera subjektif. Menceritakan tentang sudut pandang seorang laki-laki yang sangat mencintai kekasihnya, namun tidak direstui dari pihak orang tua perempuan. Dirinya tidak dapat menerima kenyataan sehingga mengalami trauma dan stres berkepanjangan. Film fiksi drama yang dikemas dengan angle kamera subjektif pada umumnya jarang digunakan. Konsep ini dipilih dengan pertimbangan akan memperlihatkan bentuk halusinasi seseorang yang mengalami gangguan jiwa skizofrenia yang penderitanya tidak dapat membedakan antara halusinasi dan kenyataan. Konsep estetika film “Dua Puluh Empat Jam Lebih” dengan angle kamera subjektif secara menyeluruh dari awal hingga akhir cerita. Membuat perekam dari titik pandang tokoh utama yang bertindak sebagai mata penonton. Angle kamera subjektif Adalah salah satu cara yang tepat untuk menempatkan penonton sebagai tokoh utama dalam setiap adegan xiv+125 hal., lamp., ill.; 30cm NONE http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png |
institution |
Institut Seni Indonesia Yogyakarta |
collection |
Perpustakaan Yogyakarta |
language |
Indonesian |
topic |
Angle kamera subyektif Fiksi Film NONE |
spellingShingle |
Angle kamera subyektif Fiksi Film NONE PRADITASARI, Hananda Penyutradaraan Film Drama "Dua Puluh Empat jam Lebih" Dengan Angle Kamwera Subjektif Untuk Menempatkan Penonton Sebagai Tokoh Utama |
description |
Karya tugas akhir penyutradaraan film fiksi drama “Dua Puluh Empat Jam Lebih” merupakan sebuah karya yang dikemas dengan angle kamera subjektif. Menceritakan tentang sudut pandang seorang laki-laki yang sangat mencintai kekasihnya, namun tidak direstui dari pihak orang tua perempuan. Dirinya tidak dapat menerima kenyataan sehingga mengalami trauma dan stres berkepanjangan. Film fiksi drama yang dikemas dengan angle kamera subjektif pada umumnya jarang digunakan. Konsep ini dipilih dengan pertimbangan akan memperlihatkan bentuk halusinasi seseorang yang mengalami gangguan jiwa skizofrenia yang penderitanya tidak dapat membedakan antara halusinasi dan kenyataan. Konsep estetika film “Dua Puluh Empat Jam Lebih” dengan angle kamera subjektif secara menyeluruh dari awal hingga akhir cerita. Membuat perekam dari titik pandang tokoh utama yang bertindak sebagai mata penonton. Angle kamera subjektif Adalah salah satu cara yang tepat untuk menempatkan penonton sebagai tokoh utama dalam setiap adegan |
format |
Partitur/Praktek Musik |
author |
PRADITASARI, Hananda |
author_facet |
PRADITASARI, Hananda |
author_sort |
PRADITASARI, Hananda |
title |
Penyutradaraan Film Drama "Dua Puluh Empat jam Lebih" Dengan Angle Kamwera Subjektif Untuk Menempatkan Penonton Sebagai Tokoh Utama |
title_short |
Penyutradaraan Film Drama "Dua Puluh Empat jam Lebih" Dengan Angle Kamwera Subjektif Untuk Menempatkan Penonton Sebagai Tokoh Utama |
title_full |
Penyutradaraan Film Drama "Dua Puluh Empat jam Lebih" Dengan Angle Kamwera Subjektif Untuk Menempatkan Penonton Sebagai Tokoh Utama |
title_fullStr |
Penyutradaraan Film Drama "Dua Puluh Empat jam Lebih" Dengan Angle Kamwera Subjektif Untuk Menempatkan Penonton Sebagai Tokoh Utama |
title_full_unstemmed |
Penyutradaraan Film Drama "Dua Puluh Empat jam Lebih" Dengan Angle Kamwera Subjektif Untuk Menempatkan Penonton Sebagai Tokoh Utama |
title_sort |
penyutradaraan film drama "dua puluh empat jam lebih" dengan angle kamwera subjektif untuk menempatkan penonton sebagai tokoh utama |
publisher |
Jur TV FSMR ISI Yogyakarta |
publishDate |
2019 |
url |
http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=42811 |
_version_ |
1741201725195288577 |