Mengaji ilmu lingkungan kraton

Buku ini secara normatif menelaah suatu lingkungan tertentu bukan hal yang asing seperti lingkungan perkotaan ataupun pedesaan. Hal yang menarik untuk dijadikan rujukan adalah konsep - konsep pengelolaan lingkungan hidup telah dirancang dan diterapkan sejak tahun 1755 saat ilmu lingkungan dan masala...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: SUHARDJO, H. Dradjat
Format: Buku Teks
Language:Indonesian
Published: Safiria Insania Press 2004
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=43277
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
id isilib-43277
record_format oai_dc
spelling isilib-432772021-02-26T11:12:34Z Mengaji ilmu lingkungan kraton SUHARDJO, H. Dradjat mengaji Yogyakarta kraton lingkungan Ilmu Safiria Insania Press 2004 id Buku Teks http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=43277 979-97661-7-6 959.82 Suh m Buku ini secara normatif menelaah suatu lingkungan tertentu bukan hal yang asing seperti lingkungan perkotaan ataupun pedesaan. Hal yang menarik untuk dijadikan rujukan adalah konsep - konsep pengelolaan lingkungan hidup telah dirancang dan diterapkan sejak tahun 1755 saat ilmu lingkungan dan masalah lingkungan hidup belum muncul. Kini keberadaan dan manfaat Kraton Yogyakarta masih sangat berarti. Bab satu sampai dengan bab lima merangkum konsep dasa peencanaan dan poses penerapannya. Bab enam atau bab terakhir merupakan kondisi kritis yang memerlukan perhatian dan pengelolaan lingkungan yang lebih intensif. Hal lain yang menarik dari tata lingkungan fisik, untuk pengembangan struktur dan fungsi perkotaan dalam pengembangan wilayah telah diumuskan, ketika konsep pengembangan wilayah juga belum ada. Konsep pengembangan wilayah digagas mula - mula oleh Van Thunen tahun 1826 dan dikembangkan oleh Christeller pada tahun 1933. Konsep dasar pendistribusian hunian dan wewenang yang dirintis oleh dinasti Hamengku Buwono menjadi sangat gayut dengan persoalan Propinsi DIY. Semula ketika kepadatan dan permasalahan ada di sekitar Katon ( Negara ), distribusi hunian dan wewenang masih cukup sebatas penentuan masjid - masjid Pathok Negara. Kini ketika jumlah penduduk DIY sudah sangat padat, kebijakan distribusi wewenang dan penduduk dalam kerangka Negara Kesatuan RI merupakan keniscayaan yang perlu tidak lanjut. Yogyakarta http://opac.isi.ac.id//lib/minigalnano/createthumb.php?filename=../../images/docs/ID.14.02.21.jpeg.jpeg&width=200 xvi, 156 hal.: 21 cm 959.82 http://opac.isi.ac.id//lib/minigalnano/createthumb.php?filename=../../images/docs/ID.14.02.21.jpeg.jpeg&width=200
institution Institut Seni Indonesia Yogyakarta
collection Perpustakaan Yogyakarta
language Indonesian
topic mengaji
Yogyakarta
kraton
lingkungan
Ilmu
959.82
spellingShingle mengaji
Yogyakarta
kraton
lingkungan
Ilmu
959.82
SUHARDJO, H. Dradjat
Mengaji ilmu lingkungan kraton
description Buku ini secara normatif menelaah suatu lingkungan tertentu bukan hal yang asing seperti lingkungan perkotaan ataupun pedesaan. Hal yang menarik untuk dijadikan rujukan adalah konsep - konsep pengelolaan lingkungan hidup telah dirancang dan diterapkan sejak tahun 1755 saat ilmu lingkungan dan masalah lingkungan hidup belum muncul. Kini keberadaan dan manfaat Kraton Yogyakarta masih sangat berarti. Bab satu sampai dengan bab lima merangkum konsep dasa peencanaan dan poses penerapannya. Bab enam atau bab terakhir merupakan kondisi kritis yang memerlukan perhatian dan pengelolaan lingkungan yang lebih intensif. Hal lain yang menarik dari tata lingkungan fisik, untuk pengembangan struktur dan fungsi perkotaan dalam pengembangan wilayah telah diumuskan, ketika konsep pengembangan wilayah juga belum ada. Konsep pengembangan wilayah digagas mula - mula oleh Van Thunen tahun 1826 dan dikembangkan oleh Christeller pada tahun 1933. Konsep dasar pendistribusian hunian dan wewenang yang dirintis oleh dinasti Hamengku Buwono menjadi sangat gayut dengan persoalan Propinsi DIY. Semula ketika kepadatan dan permasalahan ada di sekitar Katon ( Negara ), distribusi hunian dan wewenang masih cukup sebatas penentuan masjid - masjid Pathok Negara. Kini ketika jumlah penduduk DIY sudah sangat padat, kebijakan distribusi wewenang dan penduduk dalam kerangka Negara Kesatuan RI merupakan keniscayaan yang perlu tidak lanjut.
format Buku Teks
author SUHARDJO, H. Dradjat
author_facet SUHARDJO, H. Dradjat
author_sort SUHARDJO, H. Dradjat
title Mengaji ilmu lingkungan kraton
title_short Mengaji ilmu lingkungan kraton
title_full Mengaji ilmu lingkungan kraton
title_fullStr Mengaji ilmu lingkungan kraton
title_full_unstemmed Mengaji ilmu lingkungan kraton
title_sort mengaji ilmu lingkungan kraton
publisher Safiria Insania Press
publishDate 2004
url http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=43277
callnumber-raw http://opac.isi.ac.id//lib/minigalnano/createthumb.php?filename=../../images/docs/ID.14.02.21.jpeg.jpeg&width=200
callnumber-search http://opac.isi.ac.id//lib/minigalnano/createthumb.php?filename=../../images/docs/ID.14.02.21.jpeg.jpeg&width=200
_version_ 1741201814624141313