Kelompok Kecapi Empat Sekawan dalam Upacara Makkulawi di Desa Salo Bompong Kecamatan Wattang Sidenreng Kabupaten Sidrap Provinsi Sulawesi Selatan

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk dan fungsi penyajian Kelompok Kecapi Empat Sekawan dalam upacara Aqiqah di Desa Salo Bompong Kecamatan Wattang Sidenreng Kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan. Aqiqah pada masyarakat Bugis disebut dengan istilah Makkulawi atau Massakekah yang artinya aqiq...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: ALAM, Andi Zulfikar
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: Jur. Etnomusikologi FSP ISI Yk. 2020
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=43851
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
Description
Summary:Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk dan fungsi penyajian Kelompok Kecapi Empat Sekawan dalam upacara Aqiqah di Desa Salo Bompong Kecamatan Wattang Sidenreng Kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan. Aqiqah pada masyarakat Bugis disebut dengan istilah Makkulawi atau Massakekah yang artinya aqiqah. Diyakini bahwa setiap anak tergadai dengan aqiqahnya sehingga harus menyembelih kambing agar selamat dari segala marabahaya. Aqiqah merupakan wujud ibadah dengan penyembelian hewan ternak sebab lahirnya seseorang anak sebagai pembuktian rasa syukur kepada Allah SWT. Bentuk penyajian memiliki permainan yang baru secara musikal yang bersifat lucu, humoris, dan bisa dinikmati melalui syair yang dinyanyikan para pemainnya. Improvisasi menjadi ciri khusus dari Kelompok Kecapi Empat Sekawan, pada setiap pertunjukan dengan nyanyian atau elong kelong yang diselingi dengan celotehan-celotehan yang lucu dan menghibur. Bahkan tidak jarang disertai dengan selingan atraksi yang lucu sambil memainkan kecapinya. Tidak ada konsep atau aturan tertentu yang tertulis dipersiapkan setiap pementasan. Semuanya begitu mengalir berjalan secara lancar, spontan, dan menghibur. Kelompok Kecapi Empat Sekawan difungsikan sebagai seiring dengan fungsi musik sebagai wujud penghayatan atau sarana presentasi estetis pada masyarakat Bugis. Dalam hal ini kehadiran pertunjukan Kelompok Kecapi Empat Sekawan tidak hanya dijadikan sebagai hiburan untuk keluarga yang punya hajatan tapi juga untuk masyarakat setempat yang ingin menyaksikan pertunjukan tersebut.