Bahasa estetika postmodernisme

Buku ini pantas disambut karenamerupakan satu dari hanya dua kajian serius yang pernah muncul tentang puisi karya Made Wianta. Kajian serius lainnya pernah ditulis penyair sekaligus salah satu kritikus sastra terkemuka Indonesia Afrizal Malna. Buku ini merupakan revisi atas tesis Refly di progrram m...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: REFLY
Format: Buku Teks
Language:Indonesian
Published: PT. Raja Grafindo Persada 2006
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=43918
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
Description
Summary:Buku ini pantas disambut karenamerupakan satu dari hanya dua kajian serius yang pernah muncul tentang puisi karya Made Wianta. Kajian serius lainnya pernah ditulis penyair sekaligus salah satu kritikus sastra terkemuka Indonesia Afrizal Malna. Buku ini merupakan revisi atas tesis Refly di progrram master (S2) Kajian BudayaUniversitas di Udayana. Dalam buku ini Refly memberikan justifikasi teoretik tentang puisi Wianta berdasarkan teori postmodernisme yang sedang fashion di bidang cultural studies. Dia menobatkan puisi Wianta yang ditulis dalam kertas bekas atau material lainnya dengan ilustrasi - ilustrasi sebagai puisi postmo Indonesia, dikontraskan dengan puisi modern Indonesia karya penyair generasi Pujangga Baru, Angkatan '45, mulai dari Amir Hamzah, Chairil Anwar, sampai dengan Rendra. Karakteristik puisi postmo ditunjukkan lewat bahasa dan bentuk sajak - sajak Wianta. Berbeda dengan Afrizal yang menerimanya sebagai 'puisi', Refly berpendapat bahwa puisi Wianta merupakan 'puisi rupa'. Sebagai 'puisi rupa', menurut efly, karya Wianta ini sebaiknya dipahami sebagai perpaduan antara seni sastra dan seni lukis, tidak bisa dipisah - pisahkan.