Epistemologi dasar : pengantar filsafat pengetahuan
Buku ini terdiri dari sebelas bab dengan tambahan Pendahuluan dan penutup. Buku di mulai dengan membahas Bab I beberapa pengertian dasar dalam cabang ilmu filsafat yang disebut epistemologi atau teori pengetahuan. Pada bagian akhir bab ini secara khusus dikemukakan beberapa alasan mengapa epistemolo...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Buku Teks |
Language: | Indonesian |
Published: |
Kanisius
2002
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=43931 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | Buku ini terdiri dari sebelas bab dengan tambahan Pendahuluan dan penutup. Buku di mulai dengan membahas Bab I beberapa pengertian dasar dalam cabang ilmu filsafat yang disebut epistemologi atau teori pengetahuan. Pada bagian akhir bab ini secara khusus dikemukakan beberapa alasan mengapa epistemologi dewasa ini masih diperlukan kendati Richard Rorty, salah seorang filsuf postmodern yang cukup berpengaruh, dalam bukunya Philosophy and the mirror of nature, Princeton : Princeton University Press, 1979, sudah menegaskan bahwa epistemologi dewasa ini sudah selayaknya mati dan tak perlu dihidupkan kembali. Penulis coba tanggapi secara kritis argumentasi Rorty yang membawa ke kesimpulan tersebut. Bab II tentang dasar - dasar pengetahuan mencoba mengulas tentang hal - hal yang mendasari dan memungkinkan adanya pengetahuan. Berturut - turut diulas pengertian dan peran pengalaman, ingatan, kesaksian, minat dan rasa ingin tahu, pikiran dan penalaran, logika, bahasa, serta kebutuhan hidup manusia bagi muncul dan berkembangnya pengetahuan. Bab III membahas skeptisisme, subjektivisme dan relativisme. Bab IV membahas struktur dasar kegiatan mengetahui kesadaran pada umumnya, kegiatan mengetahui pada umumnya, asal usul ide atau gagasan dalam pikiran. Bab V membahas tentang peran dan permasalahan pengalaman indrawi. Bab VI membahas peran dan permasalahan konsep. Bab VII membahas tentang putusan : penegasan kebenaran pengetahuan. Bab VIII membahas tentang aspek apriori dalam pengetahuan. Bab IX membahas kebenaran dan kesalahan dalam pengetahuan. Bab X membahas beberapa teori pembenaran. Bab XI membahas tiga jenis pengetahuan ilmiah, moral dan religius. |
---|