Sebuah Karya Terakhir Kuntowijoyo: Maklumat Sastra Profetik

Di antara gagasan tentang sastra keagamaan yang paling vital di Indonesia ialah tatkala Kuntowijoyo melontarkan tentang perlunya sastra transendental pada dekade awal 1980-an. Di belahan lain, sebelumnya, kita mengenal tentang humanisme universal yang diusung oleh Chairil Anwar, eksistensialisme ole...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: KUNTOWIJOYO
Format: Buku Teks
Language:Indonesian
Published: Raja Grafindo Persada 2006
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=43944
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
id isilib-43944
record_format oai_dc
spelling isilib-439442021-05-30T20:20:00Z Sebuah Karya Terakhir Kuntowijoyo: Maklumat Sastra Profetik KUNTOWIJOYO Sastra Indonesia Profetik Kesusastraan Raja Grafindo Persada 2006 id Buku Teks http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=43944 979-3896-19-1 810.1 Kun s Di antara gagasan tentang sastra keagamaan yang paling vital di Indonesia ialah tatkala Kuntowijoyo melontarkan tentang perlunya sastra transendental pada dekade awal 1980-an. Di belahan lain, sebelumnya, kita mengenal tentang humanisme universal yang diusung oleh Chairil Anwar, eksistensialisme oleh Sitor Situmorang, marxisme dalam sastra Pramoedya Ananta Toer. Bersamaan dengan gagasan Kuntowijoyo itu, disambut dengan bersemangat oleh Abdul Hadi W.M. melalui sufisme dalam sastra Indonesia. Perlunya sastra transendental itu, bagi Kuntowijoyo, sebagai bagian dari upaya penyelamatan dari keterikatan yang wadag, daging, sehingga tercerabut keruhanian kita dari kehidupan ini. Ada dimensi yang hilang dari religi, yang tidak lain dan tidak bukan ialah dimensi religiositas, yang mengkoneksikan antara badan dengan ruh, manusia dengan Tuhannya. Akan tetapi, gagasan sastra transendental yang seakan hanya berurusan dengan “Yang jauh di Atas Sana” itu oleh Kuntowijoyo kemudian lebih di bumikan lagi dengan penjelasan perlunya sentuhan profetik di dalam ilmu sosial, di samping di dalam kesusastraan. Dengan seruan perlunya sastra profetik ini, sesungguhnya Kuntowijoyo ingin mengajak kembali ingat terhadap tugas-tugas kemanusiaan kita yang tidak sebatas di kehidupan yang terbatasi oleh dimensi ruang dan waktu ini, melainkan menyambung kepada kehidupan ruhani, kehidupan akhirat, yang hal tersebut penting selaku insan yang memiliki keimanan terhadap Tuhan Yogyakarta http://opac.isi.ac.id//lib/minigalnano/createthumb.php?filename=../../images/docs/NC_30_05_21_04.jpeg.jpeg&width=200 128 hlm.; 19 cm 810.1 http://opac.isi.ac.id//lib/minigalnano/createthumb.php?filename=../../images/docs/NC_30_05_21_04.jpeg.jpeg&width=200
institution Institut Seni Indonesia Yogyakarta
collection Perpustakaan Yogyakarta
language Indonesian
topic Sastra Indonesia
Profetik
Kesusastraan
810.1
spellingShingle Sastra Indonesia
Profetik
Kesusastraan
810.1
KUNTOWIJOYO
Sebuah Karya Terakhir Kuntowijoyo: Maklumat Sastra Profetik
description Di antara gagasan tentang sastra keagamaan yang paling vital di Indonesia ialah tatkala Kuntowijoyo melontarkan tentang perlunya sastra transendental pada dekade awal 1980-an. Di belahan lain, sebelumnya, kita mengenal tentang humanisme universal yang diusung oleh Chairil Anwar, eksistensialisme oleh Sitor Situmorang, marxisme dalam sastra Pramoedya Ananta Toer. Bersamaan dengan gagasan Kuntowijoyo itu, disambut dengan bersemangat oleh Abdul Hadi W.M. melalui sufisme dalam sastra Indonesia. Perlunya sastra transendental itu, bagi Kuntowijoyo, sebagai bagian dari upaya penyelamatan dari keterikatan yang wadag, daging, sehingga tercerabut keruhanian kita dari kehidupan ini. Ada dimensi yang hilang dari religi, yang tidak lain dan tidak bukan ialah dimensi religiositas, yang mengkoneksikan antara badan dengan ruh, manusia dengan Tuhannya. Akan tetapi, gagasan sastra transendental yang seakan hanya berurusan dengan “Yang jauh di Atas Sana” itu oleh Kuntowijoyo kemudian lebih di bumikan lagi dengan penjelasan perlunya sentuhan profetik di dalam ilmu sosial, di samping di dalam kesusastraan. Dengan seruan perlunya sastra profetik ini, sesungguhnya Kuntowijoyo ingin mengajak kembali ingat terhadap tugas-tugas kemanusiaan kita yang tidak sebatas di kehidupan yang terbatasi oleh dimensi ruang dan waktu ini, melainkan menyambung kepada kehidupan ruhani, kehidupan akhirat, yang hal tersebut penting selaku insan yang memiliki keimanan terhadap Tuhan
format Buku Teks
author KUNTOWIJOYO
author_facet KUNTOWIJOYO
author_sort KUNTOWIJOYO
title Sebuah Karya Terakhir Kuntowijoyo: Maklumat Sastra Profetik
title_short Sebuah Karya Terakhir Kuntowijoyo: Maklumat Sastra Profetik
title_full Sebuah Karya Terakhir Kuntowijoyo: Maklumat Sastra Profetik
title_fullStr Sebuah Karya Terakhir Kuntowijoyo: Maklumat Sastra Profetik
title_full_unstemmed Sebuah Karya Terakhir Kuntowijoyo: Maklumat Sastra Profetik
title_sort sebuah karya terakhir kuntowijoyo: maklumat sastra profetik
publisher Raja Grafindo Persada
publishDate 2006
url http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=43944
callnumber-raw http://opac.isi.ac.id//lib/minigalnano/createthumb.php?filename=../../images/docs/NC_30_05_21_04.jpeg.jpeg&width=200
callnumber-search http://opac.isi.ac.id//lib/minigalnano/createthumb.php?filename=../../images/docs/NC_30_05_21_04.jpeg.jpeg&width=200
_version_ 1741201940266614784