Filsafat Timur: Sebuah pengantar ke pemikiran-pemikiran timur
Dunia timur yang mencangkup India, Cina, Timur Tengah dan bahkan Indonesia menyimpan potensi filosofis yang begitu besar untuk digali dan dikembangkan. Lepas dari apakah itu timur atau barat, penggalian dan pengembangan pemikiran timur dilakukan agar dapat memperkaya khasanah filsafat. Seperti halny...
Bewaard in:
Hoofdauteur: | |
---|---|
Formaat: | Buku Teks |
Taal: | Indonesian |
Gepubliceerd in: |
Jalasutra
2008
|
Onderwerpen: | |
Online toegang: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=43973 |
Tags: |
Voeg label toe
Geen labels, Wees de eerste die dit record labelt!
|
id |
isilib-43973 |
---|---|
record_format |
oai_dc |
spelling |
isilib-439732021-06-04T14:23:53Z Filsafat Timur: Sebuah pengantar ke pemikiran-pemikiran timur TAKWIN, Bagus Jalasutra 2008 id Buku Teks http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=43973 9799765242 180 Tak f Dunia timur yang mencangkup India, Cina, Timur Tengah dan bahkan Indonesia menyimpan potensi filosofis yang begitu besar untuk digali dan dikembangkan. Lepas dari apakah itu timur atau barat, penggalian dan pengembangan pemikiran timur dilakukan agar dapat memperkaya khasanah filsafat. Seperti halnya pemikiran yahudi yang banyak memberikan inspirasi kepada filsuf besar Emanuel levinas, pemikiran timur juga dapat menjadi inspirasi bagi perkembangan sebuah system pemikikiran filsafat yang mendalam, sistematis dan kritis. Pemikiran yang mendalam itu diharapkan kemudian dapat membantu penyelesaian berbagai masalah yang ada pada masa kini.Dengan demikian, tampaknya filsafat menjadi daerah netral tempat orang bisa memperbincangkan agama tanpa menjadi sakit hati dan semoga tanpa harus saling bunuh. Sebabnya, dalam filsafat orang harus siap untuk meragukan, mempertanyakan, dan membongkar sampai keakar-akarnya, untuk kemudian mengkonstruksi pengetahuannya menjadi pemikiran baru yang lebih masuk akal. Filsafat adalah sebuah wilayah tak bertuan di antara ilmu dan teologi yang siap diserang oleh keduanya. Di sisi lain, filsafat juga memiliki kemungkinan untuk menyerang ilmu dan teologi.Kalau begitu, pemikiran Timur, yang kebanyakan berupa agama, mungkinkah dikategorikan filsafat? mengingat para pengikut pemikir Timur biasanya hanya mengamalkan saja ajaran-ajaran agamanya. Memang dibutuhkan keterbukaan dan mawas diri untuk berbagai modifikasi sehingga terhindar dari pembekuan pemikiran menjadi ajaran dogmatis. Inilah filsafat dalam pengertian para pemikir Timur seperti Lao Tze, Confucius, SidhartaGautama, paraf filsuf Hindu dan Islam. (hlm. 30) Yogyakarta http://opac.isi.ac.id//lib/minigalnano/createthumb.php?filename=../../images/docs/Ah.04.06.2021.jpg.jpg&width=200 177hlm.;21 cm 180 Tak f http://opac.isi.ac.id//lib/minigalnano/createthumb.php?filename=../../images/docs/Ah.04.06.2021.jpg.jpg&width=200 |
institution |
Institut Seni Indonesia Yogyakarta |
collection |
Perpustakaan Yogyakarta |
language |
Indonesian |
topic |
180 Tak f |
spellingShingle |
180 Tak f TAKWIN, Bagus Filsafat Timur: Sebuah pengantar ke pemikiran-pemikiran timur |
description |
Dunia timur yang mencangkup India, Cina, Timur Tengah dan bahkan Indonesia menyimpan potensi filosofis yang begitu besar untuk digali dan dikembangkan. Lepas dari apakah itu timur atau barat, penggalian dan pengembangan pemikiran timur dilakukan agar dapat memperkaya khasanah filsafat. Seperti halnya pemikiran yahudi yang banyak memberikan inspirasi kepada filsuf besar Emanuel levinas, pemikiran timur juga dapat menjadi inspirasi bagi perkembangan sebuah system pemikikiran filsafat yang mendalam, sistematis dan kritis. Pemikiran yang mendalam itu diharapkan kemudian dapat membantu penyelesaian berbagai masalah yang ada pada masa kini.Dengan demikian, tampaknya filsafat menjadi daerah netral tempat orang bisa memperbincangkan agama tanpa menjadi sakit hati dan semoga tanpa harus saling bunuh. Sebabnya, dalam filsafat orang harus siap untuk meragukan, mempertanyakan, dan membongkar sampai keakar-akarnya, untuk kemudian mengkonstruksi pengetahuannya menjadi pemikiran baru yang lebih masuk akal. Filsafat adalah sebuah wilayah tak bertuan di antara ilmu dan teologi yang siap diserang oleh keduanya. Di sisi lain, filsafat juga memiliki kemungkinan untuk menyerang ilmu dan teologi.Kalau begitu, pemikiran Timur, yang kebanyakan berupa agama, mungkinkah dikategorikan filsafat? mengingat para pengikut pemikir Timur biasanya hanya mengamalkan saja ajaran-ajaran agamanya. Memang dibutuhkan keterbukaan dan mawas diri untuk berbagai modifikasi sehingga terhindar dari pembekuan pemikiran menjadi ajaran dogmatis. Inilah filsafat dalam pengertian para pemikir Timur seperti Lao Tze, Confucius, SidhartaGautama, paraf filsuf Hindu dan Islam. (hlm. 30) |
format |
Buku Teks |
author |
TAKWIN, Bagus |
author_facet |
TAKWIN, Bagus |
author_sort |
TAKWIN, Bagus |
title |
Filsafat Timur: Sebuah pengantar ke pemikiran-pemikiran timur |
title_short |
Filsafat Timur: Sebuah pengantar ke pemikiran-pemikiran timur |
title_full |
Filsafat Timur: Sebuah pengantar ke pemikiran-pemikiran timur |
title_fullStr |
Filsafat Timur: Sebuah pengantar ke pemikiran-pemikiran timur |
title_full_unstemmed |
Filsafat Timur: Sebuah pengantar ke pemikiran-pemikiran timur |
title_sort |
filsafat timur: sebuah pengantar ke pemikiran-pemikiran timur |
publisher |
Jalasutra |
publishDate |
2008 |
url |
http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=43973 |
callnumber-raw |
http://opac.isi.ac.id//lib/minigalnano/createthumb.php?filename=../../images/docs/Ah.04.06.2021.jpg.jpg&width=200 |
callnumber-search |
http://opac.isi.ac.id//lib/minigalnano/createthumb.php?filename=../../images/docs/Ah.04.06.2021.jpg.jpg&width=200 |
_version_ |
1741201945755910144 |