Larung

Lalu aku mendengar, orang - orang yang menyebut ibumu gerwani. Ibumu memakai beha hitam dengan lambang bintang merah di satu pucuknya, palu arit di pucuk yang lain, kata mereka. Ia mengumpulkan perempuan -perempuan dan mengajar tari telanjang, dan mengirim wanita - wanita untuk merayu para prajuritd...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: UTAMI, Ayu
Format: Buku Teks
Language:Indonesian
Published: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) 2001
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=44383
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
Description
Summary:Lalu aku mendengar, orang - orang yang menyebut ibumu gerwani. Ibumu memakai beha hitam dengan lambang bintang merah di satu pucuknya, palu arit di pucuk yang lain, kata mereka. Ia mengumpulkan perempuan -perempuan dan mengajar tari telanjang, dan mengirim wanita - wanita untuk merayu para prajuritdengan pinggul mereka agar percaya pada komunisme, bukan pada segala Tuhan. Sembari bernyanyi genjer - genjer. Tetapi aku tahu ibumu dan istri Nyoman Pintar kerap berada di bangsal dan mengajari sesama istri tentara membikin ketupat dan janur dari daun nyiur. Mereka semua pendatang. Dan daun genjer hanyalah sayuran yang membuat tinjamu lengket panjang. Larung adalah kelanjutan Saman, novel karya Ayu Utami. Pada awalnya, dua novel ini direncanakan sebagai sebuah buku berjudul Lalila tak Mampir di New York. Dalam proses pengerjaan, beberapa sub plot berkembang melampaui rencana. Kini Saman dan Larung merupakan dwilogi yang masing - masing berdiri sendiri.