Proses Kreatif Dari Perspektif Seorang Disleksik

Masalah belajar yang biasa disebut dengan disleksia sudah dimiliki penulis sejak kecil sehingga membuatnya mengalami distorsi visual pada saat menulis maupun membaca. Distorsi visual yang dialami ketika menulis adalah tertukarnya huruf pada setiap kata dan refleksi hurif seperti pantulan cermin, sed...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: AFSISER, Anjani Imania Citra
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: PPS ISI Yogyakarta 2021
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=44689
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
id isilib-44689
record_format oai_dc
spelling isilib-446892021-09-27T20:45:41Z Proses Kreatif Dari Perspektif Seorang Disleksik AFSISER, Anjani Imania Citra lukisan abstrak Disleksik proses kreatif PPS ISI Yogyakarta 2021 id Tugas Akhir http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=44689 TES/SL/Afs/p/2021 Masalah belajar yang biasa disebut dengan disleksia sudah dimiliki penulis sejak kecil sehingga membuatnya mengalami distorsi visual pada saat menulis maupun membaca. Distorsi visual yang dialami ketika menulis adalah tertukarnya huruf pada setiap kata dan refleksi hurif seperti pantulan cermin, sedangkan pada saat membaca huruf-huruf saling tumpang tindih, bergerak, bercermin, berpendar, memudar hingga menghilang. Persepsi ruang yang kurang baik terjadi dalam kehidupan sehari-hari seperti pada saat melihat susunan anak tangga yang seolah rata, susunan batu bata yang seolah timbul dan tenggelam serta kesulitan membedakan tinggi rendahnya permukaan jalanan. Keadaan tersebut membuat penulis harus menemukan metode yang memudahkan proses belajar seperti dengan banyak mendengarkan, berdiskusi hingga membuat catatan-catatan visual seperti lukisan untuk mengingat dan atau menyimpan informasi, terlebih karena melukis adalah salah satu kegiatan yang paling digemari hingga saat ini. Sebagai seorang pelukis yang mengalami disleksia, penulis mendapatkan keuntungan dalam memvisualkan distorsi yang dialami melalui lukisan. Membuat karya abstrak menjadi perantara yang relevan dengan pengalaman visual tersebut. Karya abstrak ditempuh dengan menggunakan berbagai macam teknik untuk mendapatkan efek seperti ketidakteraturan, refleksi, tumpang tindih, memudar dan lain-lain. Untuk memperkuat penyajian keseluruhan karya, penulis memanfaatkan teknologi realitas berimbuh atau lebih dikenal sebagai AR (Augmented Reality) yang semakin membantu penikmat mendapatkan beberapa sensasi visual yang dialami penulis dengan menggunakan aplikasi Artivive yang dapat diunduh melalui ponsel pintar. Yogyakarta x, 146 hal.: ilus.: lamp.; 30 cm NONE http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png
institution Institut Seni Indonesia Yogyakarta
collection Perpustakaan Yogyakarta
language Indonesian
topic lukisan abstrak
Disleksik
proses kreatif
NONE
spellingShingle lukisan abstrak
Disleksik
proses kreatif
NONE
AFSISER, Anjani Imania Citra
Proses Kreatif Dari Perspektif Seorang Disleksik
description Masalah belajar yang biasa disebut dengan disleksia sudah dimiliki penulis sejak kecil sehingga membuatnya mengalami distorsi visual pada saat menulis maupun membaca. Distorsi visual yang dialami ketika menulis adalah tertukarnya huruf pada setiap kata dan refleksi hurif seperti pantulan cermin, sedangkan pada saat membaca huruf-huruf saling tumpang tindih, bergerak, bercermin, berpendar, memudar hingga menghilang. Persepsi ruang yang kurang baik terjadi dalam kehidupan sehari-hari seperti pada saat melihat susunan anak tangga yang seolah rata, susunan batu bata yang seolah timbul dan tenggelam serta kesulitan membedakan tinggi rendahnya permukaan jalanan. Keadaan tersebut membuat penulis harus menemukan metode yang memudahkan proses belajar seperti dengan banyak mendengarkan, berdiskusi hingga membuat catatan-catatan visual seperti lukisan untuk mengingat dan atau menyimpan informasi, terlebih karena melukis adalah salah satu kegiatan yang paling digemari hingga saat ini. Sebagai seorang pelukis yang mengalami disleksia, penulis mendapatkan keuntungan dalam memvisualkan distorsi yang dialami melalui lukisan. Membuat karya abstrak menjadi perantara yang relevan dengan pengalaman visual tersebut. Karya abstrak ditempuh dengan menggunakan berbagai macam teknik untuk mendapatkan efek seperti ketidakteraturan, refleksi, tumpang tindih, memudar dan lain-lain. Untuk memperkuat penyajian keseluruhan karya, penulis memanfaatkan teknologi realitas berimbuh atau lebih dikenal sebagai AR (Augmented Reality) yang semakin membantu penikmat mendapatkan beberapa sensasi visual yang dialami penulis dengan menggunakan aplikasi Artivive yang dapat diunduh melalui ponsel pintar.
format Tugas Akhir
author AFSISER, Anjani Imania Citra
author_facet AFSISER, Anjani Imania Citra
author_sort AFSISER, Anjani Imania Citra
title Proses Kreatif Dari Perspektif Seorang Disleksik
title_short Proses Kreatif Dari Perspektif Seorang Disleksik
title_full Proses Kreatif Dari Perspektif Seorang Disleksik
title_fullStr Proses Kreatif Dari Perspektif Seorang Disleksik
title_full_unstemmed Proses Kreatif Dari Perspektif Seorang Disleksik
title_sort proses kreatif dari perspektif seorang disleksik
publisher PPS ISI Yogyakarta
publishDate 2021
url http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=44689
_version_ 1741202082327691264