Macapat Seni Adiluhung Kabudayaan Jawi
Macapat adalah lagu tradisional di Jawa. Setiap bait macapat mempunyai baris kalimat disebut gatra, dan tiap gatra memeliki suku kata (guru wilangan) tertentu, dan diakhiri dengan bunyi akhir yang disebut guru lagu. Kesusatraan klasik Jawa dari jaman Mataram, umumnya ditulis menggunakan metrum macap...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Buku Teks |
Language: | Indonesian |
Published: |
Javalitera
2017
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=45329 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | Macapat adalah lagu tradisional di Jawa. Setiap bait macapat mempunyai baris kalimat disebut gatra, dan tiap gatra memeliki suku kata (guru wilangan) tertentu, dan diakhiri dengan bunyi akhir yang disebut guru lagu. Kesusatraan klasik Jawa dari jaman Mataram, umumnya ditulis menggunakan metrum macapat. Artikel dalam bentuk prosa pada umumnya tidak dianggap sebagai karya sastra asli tetapi hanya sebagai, “daftar isi ”. Contoh karya sastra Jawa yang ditulis dalam tembang macapat, antara lain : Serat Wedhatama, Serat Wulangreh, dan Serat Kalatidha. Macapat sering diartikan dibaca empat - empat sebab cara membacanya memang dikelompokan/terikat tiap empat suku kata. Namun itu bukan satu-satunya makna. Makna yang lain dari kata ‘pat’ merujuk pada jenis tanda diakritis (sandangan) dalam aksara Jawa yang relevan dalam tembang macapat |
---|