Enjoying Modern Art
Buku dengan judul Enjoying Modern Art ini diterbitkan pada tahun 1957 merupakan cetakan pertama, membahas tentang karya karya seni yang terkenal pada masanya. Tidak kurang memuat terdiri dari 240 halaman, sepertiga dari halaman yang ada itu semua merupakan gambar karya-karya seni unggul hasil repro...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Buku Teks |
Language: | English |
Published: |
A Mentor Book
1957
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=45601 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | Buku dengan judul Enjoying Modern Art ini diterbitkan pada tahun 1957 merupakan cetakan pertama, membahas tentang karya karya seni yang terkenal pada masanya. Tidak kurang memuat terdiri dari 240 halaman, sepertiga dari halaman yang ada itu semua merupakan gambar karya-karya seni unggul hasil reproduksi berwarna hitam dan atau putih dari 80 lukisan terkenal yang dimuat dalam 32 halaman. Buku bersampul tipis diperuntukkan pasar masyarakat pada umumnya publik. Gerakan seni besar dari tahun 1850-an hingga 1950-an, ada pembahasan atau sorotan menarik ke dalam kehidupan beberapa seniman modern, paling signifikan dengan reproduksi karya mereka. Sesuai dengan judul biku menikmati karya seni modern, didalamnya memuat beberapa karya yang menjadi perhatian masyarakat seniman antara lain dalam karya ekspatriat Amerika, James A. McNeill Whistler, yang menjalani sebagian besar kehidupan dewasanya di London. Karena ia mengembangkan gaya individu dan tidak melukis dengan cara yang diajarkan oleh akademi yang dengannya semua seni diukur, lukisannya dianggap menghina selera publik. Whistler bukanlah pelukis yang hebat. Banyak dari karyanya terlalu halus, terlalu cepat berlalu dari ingatan, nyata, untuk kebesaran. Dia kadang-kadang disebut "penyair Thames" dan, seperti yang dilakukan Turner secara berbeda sebelumnya, menghasilkan banyak kanvas "mengungkapkan Thames kepada orang-orang yang tinggal di sana tetapi sebelumnya hanya melihatnya sebagai hamparan air." Dalam lukisan Turs ner, sungai hampir larut dalam cahaya yang bergetar; di Whistler's itu hampir menghilang di senja atau kegelapan. Adegan malamnya yang tenang dan berkabut muncul di malam hari, nodia memanggil mereka dan potretnya yang lembut dan menghantui, lebih seperti kenangan daripada hidup. Itulah makna buku ini, menikmati karya seni modern di zaman modern yang sedang mereka jalani itu. |
---|