Bingkai Vertikal Pada Film Tentang Perempuan Dalam Lingkaran Pertanyaan "Kapan Nikah"

Bentuk layar sebuah gawai menjadi awal mula penciptaan film “Risau” dengan bentuk bingkai vertikal. Bingkai dengan bentuk vertikal pada film “Risau” digunakan untuk menampilkan makna tekanan atau intimidasi dari tokoh Ibu dan Tara yang memberikan pertanyaan seputar pernikahan terhadap tokoh Bulik da...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: ISNAINI, Vera
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: PPS ISI Yogyakarta 2021
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=45667
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
id isilib-45667
record_format oai_dc
spelling isilib-456672022-02-25T08:38:47Z Bingkai Vertikal Pada Film Tentang Perempuan Dalam Lingkaran Pertanyaan "Kapan Nikah" ISNAINI, Vera film tentang wanita komposisi vertical film PPS ISI Yogyakarta 2021 id Tugas Akhir http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=45667 - TES/VG/Isn/b/2021 Bentuk layar sebuah gawai menjadi awal mula penciptaan film “Risau” dengan bentuk bingkai vertikal. Bingkai dengan bentuk vertikal pada film “Risau” digunakan untuk menampilkan makna tekanan atau intimidasi dari tokoh Ibu dan Tara yang memberikan pertanyaan seputar pernikahan terhadap tokoh Bulik dan Naya. Situasi tersebut tersebut ditampilkan dengan komposisi atas-bawah. Komposisi atas-bawah pada bingkai vertikal diciptakan dengan membagi dua bingkai vertikal secara horizontal. Hasilnya, area bidang bagian atas bingkai digunakan untuk menempatkan tokoh yang mengintimidasi dan area bidang bagian bawah digunakan untuk menempatkan tokoh yang terintimidasi. Selain tawaran tersebut, penciptaan ini juga mencari kemungkinan-kemungkinan estetika lain yang dapat dihasilkan dari penggunaan bingkai vertikal terhadap unsur-unsur film lainnya. Penciptaan film “Risau” dengan bentuk bingkai vertikal menemukan bahwa (1) Komposisi menjadi sangat penting untuk memenuhi estetika bingkai vertikal, (2) terkait poin pertama, unsur-unsur film yaitu unsur naratif, sinematografi, mise en scene, dan editing, adalah empat unsur yang mendapatkan dampak dari penggunaan bingkai vertikal, dan (3) unsur audio pada penciptaan film “Risau” belum mendapatkan dampak dari penggunaan bingkai dengan bentuk vertikal. Film “Risau” menawarkan makna baru dalam penggunaan komposisi atas-bawah, yaitu tekanan, dengan membawa cerita mengenai perempuan dalam lingkaran pertanyaan “kapan nikah”. Yogyakarta xii, 113 hal.: ilus.; 29 cm. TES/VG/Isn/b/2021 http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png
institution Institut Seni Indonesia Yogyakarta
collection Perpustakaan Yogyakarta
language Indonesian
topic film tentang wanita
komposisi
vertical film
TES/VG/Isn/b/2021
spellingShingle film tentang wanita
komposisi
vertical film
TES/VG/Isn/b/2021
ISNAINI, Vera
Bingkai Vertikal Pada Film Tentang Perempuan Dalam Lingkaran Pertanyaan "Kapan Nikah"
description Bentuk layar sebuah gawai menjadi awal mula penciptaan film “Risau” dengan bentuk bingkai vertikal. Bingkai dengan bentuk vertikal pada film “Risau” digunakan untuk menampilkan makna tekanan atau intimidasi dari tokoh Ibu dan Tara yang memberikan pertanyaan seputar pernikahan terhadap tokoh Bulik dan Naya. Situasi tersebut tersebut ditampilkan dengan komposisi atas-bawah. Komposisi atas-bawah pada bingkai vertikal diciptakan dengan membagi dua bingkai vertikal secara horizontal. Hasilnya, area bidang bagian atas bingkai digunakan untuk menempatkan tokoh yang mengintimidasi dan area bidang bagian bawah digunakan untuk menempatkan tokoh yang terintimidasi. Selain tawaran tersebut, penciptaan ini juga mencari kemungkinan-kemungkinan estetika lain yang dapat dihasilkan dari penggunaan bingkai vertikal terhadap unsur-unsur film lainnya. Penciptaan film “Risau” dengan bentuk bingkai vertikal menemukan bahwa (1) Komposisi menjadi sangat penting untuk memenuhi estetika bingkai vertikal, (2) terkait poin pertama, unsur-unsur film yaitu unsur naratif, sinematografi, mise en scene, dan editing, adalah empat unsur yang mendapatkan dampak dari penggunaan bingkai vertikal, dan (3) unsur audio pada penciptaan film “Risau” belum mendapatkan dampak dari penggunaan bingkai dengan bentuk vertikal. Film “Risau” menawarkan makna baru dalam penggunaan komposisi atas-bawah, yaitu tekanan, dengan membawa cerita mengenai perempuan dalam lingkaran pertanyaan “kapan nikah”.
format Tugas Akhir
author ISNAINI, Vera
author_facet ISNAINI, Vera
author_sort ISNAINI, Vera
title Bingkai Vertikal Pada Film Tentang Perempuan Dalam Lingkaran Pertanyaan "Kapan Nikah"
title_short Bingkai Vertikal Pada Film Tentang Perempuan Dalam Lingkaran Pertanyaan "Kapan Nikah"
title_full Bingkai Vertikal Pada Film Tentang Perempuan Dalam Lingkaran Pertanyaan "Kapan Nikah"
title_fullStr Bingkai Vertikal Pada Film Tentang Perempuan Dalam Lingkaran Pertanyaan "Kapan Nikah"
title_full_unstemmed Bingkai Vertikal Pada Film Tentang Perempuan Dalam Lingkaran Pertanyaan "Kapan Nikah"
title_sort bingkai vertikal pada film tentang perempuan dalam lingkaran pertanyaan "kapan nikah"
publisher PPS ISI Yogyakarta
publishDate 2021
url http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=45667
_version_ 1741202258282938368