Sejarah Pembangunan Pura-Pura di Bali
ura ialah bangunan suci tempat beribadat bagi umat Hindu Bali, dan ditinjau dari sejarah dan perkembangannya serta statusdan fungsinya, secara garis besarnya Pura itu dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu : arteM !1. Pura sebagai panyungsungan umum yaitu tempat sembahyang untuk memuliakan dan memuj...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Buku Teks |
Language: | Indonesian |
Published: |
C.V Kayu Mas
1983
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=45745 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | ura ialah bangunan suci tempat beribadat bagi umat Hindu Bali, dan ditinjau dari sejarah dan perkembangannya serta statusdan fungsinya, secara garis besarnya Pura itu dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu : arteM !1. Pura sebagai panyungsungan umum yaitu tempat sembahyang untuk memuliakan dan memuja kebesaran Ida Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) bagi umat Hindu Bali2. Pura sebagai panyungsungan khusus yaitu tempat suci untuk memuliakan dan memuja arwah suci dari pada para leluhur yaidu Bathara Bathari dari satu Warga (kelompok keturunan) yang tersusun secara vertikal dimulai dari Paibon, Panti Dadya dan Dadya Agung atau Marajan dan Marajan Agung sampai tenada Pura "Kawitan" Letak Pura yang berstatus Paibon, Dadya dan Dadya Agung atau Marajan dan Marajan Agung lazimnya ada pada lokasi tempat tinggal para panyungsungnya atau sebagian dari panyungsungnya, sedang Pura Kawitan kebanyakan berlokasi di luar tempat tersebut. |
---|