Ilmu Kontrapung

Buku ini membahas tentang Kontrapung dan arti penting Kontrapung dalam Sejara Musik Barat yang telah menjadikan Musik Gereja sebagai Akar dari Musik Klasik Barat. Buku ini akan membuka lembaran baru bagi Pendidik Musik di Indonesia, dalam upaya memberikan wawasan yang lebih luas tentang berbag par...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Ganap, Victor, PRIER SJ., Karl-edmund
Format: Buku Teks
Language:Indonesian
Published: Pusat Musik Liturgi 2021
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=45846
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
Description
Summary:Buku ini membahas tentang Kontrapung dan arti penting Kontrapung dalam Sejara Musik Barat yang telah menjadikan Musik Gereja sebagai Akar dari Musik Klasik Barat. Buku ini akan membuka lembaran baru bagi Pendidik Musik di Indonesia, dalam upaya memberikan wawasan yang lebih luas tentang berbag paradigma dalam Teori Musik yang berbasis Musik Barat. Menurut sejarahnya, Kontrapung dalam Modus Gereja dipopulerkan oleh Giovanni Pierluigi da Palestrina dari Italia pada periode Renaissance abad XVI kiamuss untuk vokal, sedangkan Kontrapung untuk instrumental diciptakan oleh Johann Sebastian Bach dari Jerman pada periode Barok abad XVII . Kedua jenis Kontrapung merugakan musik gaya Polifonik, di mana Kontrapung vokal menggunakan tangga nada Gereja ., sedangkan Kontrapung instrumental menggunakan tangganada Diatonik. Apabik Palestrina berhasil menciptakan MISSA PAPAE MARCELLI yang Eklesiatik sehingga Gereja Katolik Roma mengadaptasi musik Polifonik selain Monofonik, maka Bach berhasil menemukan Sistem Diatonik berupa tangganada Mayor-Minor yang dibumika melalui 48 karya Prelude-Fugue dalam DAS WOHLTEMPERIRTE CLAVIER.