Kajian Semiotika Teater Pertunjukan Jejak Bisu

Jejak Bisu adalah lakon teater karya K. Yuliadi yang telah memenangkan juara satu pada sayembara penulisan tingkat nasional tahun 2000 yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta bekerjasama dengan Direktorat Jendral Radio, televisi dan Film, Departemen Penerangan. Sebagai karya pemenang dapat dipas...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: SAHID, Nur
Format: Buku Ajar
Language:Indonesian
Published: BP ISI Yogyakarta 2020
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=46163
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
Description
Summary:Jejak Bisu adalah lakon teater karya K. Yuliadi yang telah memenangkan juara satu pada sayembara penulisan tingkat nasional tahun 2000 yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta bekerjasama dengan Direktorat Jendral Radio, televisi dan Film, Departemen Penerangan. Sebagai karya pemenang dapat dipastikan memenuhi kaidah estetika, sehingga layak untuk dikaji menggunakan teori semiotika teater. Tujuan penelitian pengkajian dalam buku ini adalah memahami makna tanda-tanda yang terdapat dalam jejak Bisu dan memahami relevansi tanda-tanda dalam Jejak Bisu dengan kode-kode dan sosial budaya Jawa. Kesimpulan yang didapat adalah pertunjukan Jejak Bisu berisi 80 adegan dan hampir setiap adegan mengandung sejumlah sistem tanda yang bermakna. Secara semiotis Jejak Bisu merupakan manifestasi dari tanggapan kritis penulis terhadap kecenderungan pihak-pihak yang masih mengagung-agungkan ketinggian derajat dan ststus sosial masyarakat Jawa berdarah bangsawan. Secara konotatif pertemuan tokoh Yudakusuma dengan Nastiti dapat dikatakan sebagai simbolisasi dari pertemuan golongan priyayi dengan wong cilik. Sedangkan sosok Mitro adalah simbolisasi manusia berpikiran modern.