The art of ritual pawiwahan in Bali

Upacara tradisi pernikahan yang dalam bahasa Bali disebut Pawiwahan. Pawiwahan merupakan upacara persaksian ke hadapan Sang Hyang Widi dan kepada masyarakat bahwa kedua orang yang bersangkutan telah mengikatkan diri sebagai suami-istri. Adapun persiapan-persiapan yang perlu dipersiapkan untuk upacar...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: SURYAHADI, Anak Agung Ketut
Format:
Language:Indonesian
Published: Graduate School UGM 2009
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=4637
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
id isilib-4637
record_format oai_dc
spelling isilib-46372014-02-18T10:49:43Z The art of ritual pawiwahan in Bali SURYAHADI, Anak Agung Ketut Ritual hindu Bali Graduate School UGM 2009 id http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=4637 294.538 Sur a Upacara tradisi pernikahan yang dalam bahasa Bali disebut Pawiwahan. Pawiwahan merupakan upacara persaksian ke hadapan Sang Hyang Widi dan kepada masyarakat bahwa kedua orang yang bersangkutan telah mengikatkan diri sebagai suami-istri. Adapun persiapan-persiapan yang perlu dipersiapkan untuk upacara adalah sebagai berikut, sarana terdiri dari segehan cacahan warna lima, api takep (api yang dibuat dari serabut kelapa), tetabuhan (air tawar, tuak, arak), padengan-dengan/ pekala-kalaan, pejati, tikar dadakan (tikar kecil yang dibuat dari pandan), pikulan (terdiri dari cangkul, tebu, cabang kayu dadap yang ujungnya diberi periuk, bakul yang berisi uang), bakul, pepegatan terdiri dari dua buah cabang dadap yang dihubungkan dengan benang putih, waktu dipilih hari yang baik, sesuai dengan persyaratannya (ala-ayuning dewasa). Tempat dapat dilakukan di rumah mempelai Iaki-laki atau wanita sesuai dengan hukum adat setempat (desa, kala, patra). Pelaksanaan dipimpin oleh seorang Pendeta / Pinandita / Wasi / Pemangku. Sebelum upacara natab banten pedengan-dengan, terlebih dahulu mempelai mabhyakala dan maprayascita. Kemudian mempelai mengelilingi sanggah Kamulan dan sanggah Pesaksi sebanyak tiga kali serta dilanjutkan dengan jual beli antara mempelai Iaki-laki dengan mempelai wanita disertai pula dengan perobekan tikar dadakan oleh mempelai Iaki-laki. Sebagai acara terakhir dilakukan mejaya-jaya dan diakhiri dengan natab banten dapetan. Yogyakarta xx, 336 hal. : il. ; 24 cm 294.538 http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png
institution Institut Seni Indonesia Yogyakarta
collection Perpustakaan Yogyakarta
language Indonesian
topic Ritual
hindu
Bali
294.538
spellingShingle Ritual
hindu
Bali
294.538
SURYAHADI, Anak Agung Ketut
The art of ritual pawiwahan in Bali
description Upacara tradisi pernikahan yang dalam bahasa Bali disebut Pawiwahan. Pawiwahan merupakan upacara persaksian ke hadapan Sang Hyang Widi dan kepada masyarakat bahwa kedua orang yang bersangkutan telah mengikatkan diri sebagai suami-istri. Adapun persiapan-persiapan yang perlu dipersiapkan untuk upacara adalah sebagai berikut, sarana terdiri dari segehan cacahan warna lima, api takep (api yang dibuat dari serabut kelapa), tetabuhan (air tawar, tuak, arak), padengan-dengan/ pekala-kalaan, pejati, tikar dadakan (tikar kecil yang dibuat dari pandan), pikulan (terdiri dari cangkul, tebu, cabang kayu dadap yang ujungnya diberi periuk, bakul yang berisi uang), bakul, pepegatan terdiri dari dua buah cabang dadap yang dihubungkan dengan benang putih, waktu dipilih hari yang baik, sesuai dengan persyaratannya (ala-ayuning dewasa). Tempat dapat dilakukan di rumah mempelai Iaki-laki atau wanita sesuai dengan hukum adat setempat (desa, kala, patra). Pelaksanaan dipimpin oleh seorang Pendeta / Pinandita / Wasi / Pemangku. Sebelum upacara natab banten pedengan-dengan, terlebih dahulu mempelai mabhyakala dan maprayascita. Kemudian mempelai mengelilingi sanggah Kamulan dan sanggah Pesaksi sebanyak tiga kali serta dilanjutkan dengan jual beli antara mempelai Iaki-laki dengan mempelai wanita disertai pula dengan perobekan tikar dadakan oleh mempelai Iaki-laki. Sebagai acara terakhir dilakukan mejaya-jaya dan diakhiri dengan natab banten dapetan.
format
author SURYAHADI, Anak Agung Ketut
author_facet SURYAHADI, Anak Agung Ketut
author_sort SURYAHADI, Anak Agung Ketut
title The art of ritual pawiwahan in Bali
title_short The art of ritual pawiwahan in Bali
title_full The art of ritual pawiwahan in Bali
title_fullStr The art of ritual pawiwahan in Bali
title_full_unstemmed The art of ritual pawiwahan in Bali
title_sort art of ritual pawiwahan in bali
publisher Graduate School UGM
publishDate 2009
url http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=4637
_version_ 1741194994207686656