Ayah Menyayangi Tanpa Akhir; Pada saatnya kita memang harus sendiri
Menikah dini dengan sekian resiko. Arjuna menjadi orang tua tunggal dan menanggalkan segala kecengengan romannya. Mengajari Mada sebagai elang kecil yang harus siap terbang bersahabat dengan angin badai.rnrnPagi itu Mada mogok sekolah, ia menitikkan air mata ketika Juna mendekatinya dan membentak, J...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Language: | Indonesian |
Published: |
Zettu
2013
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.slemankab.go.id//index.php?p=show_detail&id=674769 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
id |
kpdslemanlib-slims-674769 |
---|---|
record_format |
oai_dc |
spelling |
kpdslemanlib-slims-6747692017-09-09T11:06:05Z Ayah Menyayangi Tanpa Akhir; Pada saatnya kita memang harus sendiri menuntut!\" 5936966_b963c979-eecd-47a1-a726-d5be01ef62a2.jpg Zettu 2013 id Text http://opac.slemankab.go.id//index.php?p=show_detail&id=674769 978-6207735-46-0 Menikah dini dengan sekian resiko. Arjuna menjadi orang tua tunggal dan menanggalkan segala kecengengan romannya. Mengajari Mada sebagai elang kecil yang harus siap terbang bersahabat dengan angin badai.rnrnPagi itu Mada mogok sekolah, ia menitikkan air mata ketika Juna mendekatinya dan membentak, Jangan menangis!"rnMada segera mengusap air mata dengan kedua tangan kecilnya sambil terus menunduk Jakarta http://opac.slemankab.go.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/namun ia berani menjawab 372 hlm; 14 x 21 cm |
institution |
DPK Kabupaten Sleman, Yogyakarta |
collection |
Perpustakaan Yogyakarta |
language |
Indonesian |
topic |
5936966_b963c979-eecd-47a1-a726-d5be01ef62a2.jpg |
spellingShingle |
5936966_b963c979-eecd-47a1-a726-d5be01ef62a2.jpg menuntut!\" Ayah Menyayangi Tanpa Akhir; Pada saatnya kita memang harus sendiri |
description |
Menikah dini dengan sekian resiko. Arjuna menjadi orang tua tunggal dan menanggalkan segala kecengengan romannya. Mengajari Mada sebagai elang kecil yang harus siap terbang bersahabat dengan angin badai.rnrnPagi itu Mada mogok sekolah, ia menitikkan air mata ketika Juna mendekatinya dan membentak, Jangan menangis!"rnMada segera mengusap air mata dengan kedua tangan kecilnya sambil terus menunduk |
author |
menuntut!\" |
author_facet |
menuntut!\" |
author_sort |
menuntut!\" |
title |
Ayah Menyayangi Tanpa Akhir; Pada saatnya kita memang harus sendiri |
title_short |
Ayah Menyayangi Tanpa Akhir; Pada saatnya kita memang harus sendiri |
title_full |
Ayah Menyayangi Tanpa Akhir; Pada saatnya kita memang harus sendiri |
title_fullStr |
Ayah Menyayangi Tanpa Akhir; Pada saatnya kita memang harus sendiri |
title_full_unstemmed |
Ayah Menyayangi Tanpa Akhir; Pada saatnya kita memang harus sendiri |
title_sort |
ayah menyayangi tanpa akhir; pada saatnya kita memang harus sendiri |
publisher |
Zettu |
publishDate |
2013 |
url |
http://opac.slemankab.go.id//index.php?p=show_detail&id=674769 |
_version_ |
1740667566002536448 |